• Blog Humor dan Hiburan Berbagi berbagai macam cerita dan gambar menggelitik serta menghibur

    HUMOR DEWASA

    Featured Post

    SEBAIKNYA ANDA TAHU

    Tuesday, February 7, 2017

    PUNCAK PEMAHAMAN ILMU

    Di satu pagi, seorang santri menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi.
    “Wahai Tuan Guru, semalam aku mengkhatamkan Al Quran dalam shalat malamku.”
    Sang Guru tersenyum. “Bagus Nak. Nanti tolong hadirkan
    bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Al Quran itu.
    Rasakanlah seolah-olah aku sedang menyimak apa yang
    engkau baca.”

    Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya.
    “Tuan Guru,” katanya, “Semalam aku hanya sanggup
    menyelesaikan separuh dari Al Quran itu.”
    “Engkau sungguh telah berbuat baik,” ujar sang guru sembari
    menepuk pundaknya.
    “Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para
    sahabat Nabi yang telah mendengar Al Quran itu langsung
    dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Bayangkanlah
    baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan
    memeriksa bacaanmu.”

    Pagi-pagi buta, sang murid kembali menghadap dan mengadu.
    “Duh Guru,” keluhnya, “Semalam bahkan hanya sepertiga Al
    Quran yang dapat aku lafalkan.”
    “Alhamdulillah, engkau telah berbuat baik,” kata sang guru
    mengelus kepala si santri.
    “Nanti malam bacalah Al Quran dengan lebih baik lagi, sebab
    yang akan hadir di hadapanmu untuk menyimak adalah
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri. Orang yang
    kepadanya Al Quran diturunkan.''

    Seusai shalat Shubuh, sang guru bertanya, “Bagaimana
    shalatmu semalam?” “Aku hanya mampu membaca satu juz,
    Guru,” kata si santri sambil mendesah, “Itu pun dengan susah
    payah.”
    “Masya Allah,” kata sang guru sambil memeluk sang santri
    dengan bangga. “Teruskan kebaikan itu, Nak. Dan nanti
    malam tolong hadirkan ALLAH di hadapanmu. Sungguh,
    selama ini pun sebenarnya ALLAH-lah yang mendengarkan
    bacaanmu. ALLOH yang telah menurunkan Al Quran. Dia
    selalu hadir di dekatmu. Jikapun engkau tidak melihat-Nya,
    Dia pasti melihatmu. Ingat baik-baik. Hadirkan ALLAH, karena
    Dia mendengar dan menjawab apa yang engkau baca.”

    Keesokan harinya, ternyata santri itu jatuh sakit. Sang Guru
    pun datang menjenguknya. “Ada apa denganmu?” tanya Sang Guru.

    Sang santri berlinang air mata. “Demi ALLAH, wahai Tuan Guru,” ujarnya, “Semalam aku tak mampu menyelesaikan bacaanku. Walaupun, Cuma al-Fatihah aku tak sanggup menamatkannya. 
    Ketika sampai pada ayat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” lidahku kelu. Aku merasa aku sedang berdusta. 
    Di mulut aku ucapkan “Kepada-Mu ya Allah, aku menyembah” tapi jauh di dalam hatiku aku tahu, aku sering memperhatikan yang selain Dia. 
    Ayat itu tak mau keluar dari lisanku. Aku menangis dan tetap saja tak mampu menyelesaikannya.”

    “Nak...,” kata sang guru sambil berlinang air mata, “Mulai hari
    ini engkaulah guruku. Dan sungguh aku ini muridmu. Ajarkan
    padaku apa yang telah kau peroleh. Sebab meski aku membimbingmu di jalan itu, aku sendiri belum pernah sampai pada puncak pemahaman yang kau dapat di hari ini…

    اَللَّهُمَّ أَخْرِجْنِيْ مِنْ ظُلُمَاتِ ﭐلوَهْمِ وَأَكْرِمْنِيْ بِنُوْرِ
    ﭐلفَهْمِ وَﭐفْتَحْ عَلَيَّ بِمَعْرِفَتِكَ وَسَهَّلْ لِيْ أَبْوَابَ فَضْلِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    “ Ya Allah, jauhilah aku dari kebingungan, muliakanlah aku dengan cahaya ilmu dan pengertian, bukakanlah kepadaku makrifat-Mu, dan mudahkanlah bagiku pintu-pintu kurnia-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih.”


    Kisah dan renungan lainnya : JAGA HATI, PIKIRAN, PERKATAAN DAN PERBUATAN

    cara mengalahkan syetan


    No comments:

    Post a Comment